Hidup Baru
Dulu, hidup itu rasanya baru dimulai pas menginjak umur 20
tahun. Kenapa? Mungkin karena secara tiba-tiba orang tuamu terlihat jauh lebih
tua daripada yang kamu perhatikan selama ini (mungkin karena memang selama ini
kurang perhatian?), masalah keluarga perlahan diceritakan padamu satu-per-satu,
atau sesederhana kamu mulai diberikan
kepercayaan lebih untuk menentukan hidupmu.
Sekarang, saat waktu sudah berjalan menuju ke tahun keenam,
ternyata aku baru menyadari bahwa hidup
itu dimulai berkali-kali. Yang aku anggap memulai hidup di usia 20 tahun
ternyata hanyalah “memulai peran sebagai orang dewasa”. Karena nyatanya setelah
lulus kuliah (di umur 23 tahun), orang-orang memberi selamat sembari berkata, “Selamat
menempuh hidup yang sesungguhnya!”. Lalu apa yang terjadi? Memang aku harus
memulai hidupku lagi. Setidaknya babak baru dalam hidupku.
Lulus dari bangku perkuliahan berarti (untukku) aku harus
lebih mandiri, benar-benar harus bisa memutuskan suatu hal yang menyangkut
hidupku (termasuk memutuskan sampai kapan aku harus menyudahi saat bermain-main
dan harus memulai untuk earning money),
menerima kenyataan bahwa kehidupan “orang dewasa” tidak seindah drama korea dan
lain sebagainya.
Lalu hidupku dimulai kembali saat aku akhirnya menikah dan
mengikat janji bersama sahabatku yang telah menemani hidupku selama 7 tahun –tentu
saja dia yang menemaniku di setiap fase “memulai hidup”. Menikah tentu saja
benar-benar salah satu awal hidup. Betapa tidak? Selama ini kamu hanya berpikir
tentang kamu, tapi selanjutnya tentang “aku dan pasanganku yang melebur dalam kita”.
Belum ada setahun memang aku memulai hidupku untuk fase ini,
namun jangan kau tanyakan bagaimana rasanya! Karena sebenarnya sama saja seperti
saat kau memulai hidupmu yang lalu, setiap kau memulai hidupmu lagi maka track roller coaster kehidupan segera
menghadangmu! Sebab di antara “kita” ada “mereka”. Mereka yang menuntut
didengarkan dan diperhatikan.
Para tokoh yang mewarnai babak kehidupan barumu ini akan
muncul untuk kau selami selama menempuh babak ini hingga akhirnya mengantarmu
ke babak selanjutnya. Dimana tidak ada jaminan apakah di babak lanjutan –atau dikehidupanmu
yang selanjutnya, mereka masih eksis atau tidak. Namun bagaimanapun juga mereka
memiliki pesan yang harus dicatat selama perjalananmu di babak hidupmu. Ya
meskipun tidak selamanya pesan itu ditulis dengan menyenangkan. Tapi tetap
saja, mereka ada untuk membentukmu.
Dan esok adalah babak baru-kecil untukku. Genap 26 tahun aku
ada di dunia ini, untuk itu mungkin doaku kali ini sedikit lebih dalam
dibanding tahun yang lalu. Semoga doa itu tidak berlebihan untukku panjatkan
pada Tuhanku agar cepat dikabulkan. Karena aku siap untuk kehidupan yang baru –untuk
kesekian kalinya.
Jakarta, 7 Agustus 2018
Mrs. Juna

No comments: